Bandara Banyuwangi Beroperasi Medio 2008

TEMPO Interaktif, Banyuwangi: Bandara Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur akan dioperasikan medio 2008. Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, Bambang Wahyudi, mengatakan bandara yang hampir selesai dibangun ini akan didarati Merpati Airline dan EFATA Airline.

Merpati rencananya akan menerbangi rute Surabaya-Banyuwangi dan Banyuwangi-Denpasar. Rute ini selanjutnya akan dikembangkan ke Mataram dan Alor. Pembangunan bandara dengan landasan pacu 1.400 meter ini menghabiskan biaya Rp 48,5 miliar.

Dana ini dari APBN 2004-2006 sebanyak Rp 11,5 miliar dan APBD 2002-2006 Rp 37 miliar. Pada 2007 bandara ini mendapat kucuran APBN Rp 5,4 miliar untuk perpanjangan landasan, pembuatan drainase, pemagaran, dan pembangunan akses jalan dari jalan umum ke terminal bandara.

                            

Alun-alun Banyuwangi dan Situbondo Dilengkapi Hotspot

Kini, warga Banyuwangi dan Situbondo akan semakin akrab dengan Internet setelah diresmikannya layanan Speedy hotspot di alun-alun kedua kota tersebut. Layanan akses Internet mobile dengan kecepatan tinggi ini diresmikan oleh Bupati Banyuwangi dan beberapa Direksi Telkom yang bertepatan dengan Safari Ramadan.
Communication Manager Telkom Divre V Jatim, Djadi Soegiarto mengatakan, saat ini masyarakat semakin haus akan informasi-informasi terbaru. "Akses internet di publik area ini sangat membantu masyarakat untuk membuka informasi dari dunia maya dimanapun, bahkan dari alun-alun," ujarnya, dari keterangan tertulis yang dikutip detikINET, Sabtu (21/9/2007). Sehingga pengunjung hanya dengan menggunakan komputer jinjing, smartphone, communicator ataupun perangkat genggam lainnya yang dilengkapi Wi-FI dapat menikmati layanan Internet gratis ini, tambah Djadi. Telkom memang tengah giat membangun layanan Speedy hotspot di berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur pada tahun 2007 ini. Sebelumnya, perusahaan ini telah menyediakan layanan hotspot di alun-alun beberapa kota lainnya seperti Nganjuk, Rencananya, Telkom akan menyediakan akses hotspot Speedy ini di 200 titik di Jawa Timur. Dan diharapkan seluruh alun-alun di 38 kota kabupaten seluruh Jatim dapat diselesaikan fasilitas hotspot-nya sebelum 10 November 2007. Selain itu, mereka juga membangun Broadband Learning Center (BLC) di Banyuwangi, Situbondo, dan semua kantor cabang Telkom di seluruh Jawa Timur yang berjumlah 25 kantor. BLC merupakan tempat belajar Internet yang disediakan bagi masyarakat dengan akses Internet kecepatan tinggi.

Apakah Yang Dimaksud Dengan Web 2.0

Seperti diketahui bersama bahwa pada tahun 2001 yang lalu era dotcom mengalami mimpi buruk yaitu jatuhnya dunia dotcom. Banyak investor yang bersedih karena hal tersebut.Dengan kata lain diibaratkan dari boom menjadi crash. Tapi lambat laun dotcom kembali bangkit dan mengepakkan sayap untuk menjadi trend di bidang pemasaran terutama dalam bidang Bisnis. Kalau kita lihat dari nama Web 2.0, pasti akan terlintas"Kalau ada Web 2.0 berarti dulunya pasti ada Web 1.0 dong". Wajar kalau orang berpikir seperti itu. Awalnya era Web 2.0 adalah dari hasil pertemuan antara O’Reilly dan MediaLive International. Bayangkan cuman dalam 1,5 Tahun Google telah mencatat sekitar 9,5 juta halaman web yang menampilkan Web 2.0,tetapi dari jumlah sebanyak itu banyak juga orang yang tidak mengetahui apa itu Web 2.0 Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Web 2.0,

perhatikan perbedaan berikut ini :

Web 1.0    Web 2.0
DoubleClick    -->    Google AdSense
Ofoto    -->    Flickr
Akamai    -->    BitTorrent
mp3.com    -->    Napster
Britannica Online    -->    Wikipedia
personal websites    -->    blogging
evite    -->    upcoming.org and EVDB
domain name speculation    -->    search engine optimization
page views    -->    cost per click
screen scraping    -->    web services
publishing    -->    participation
content management systems    -->    wikis
directories (taxonomy)    -->    tagging ("folksonomy")
stickiness    -->    syndication

Dari perbedaan diatas dapat kita simpulkan,bahwa era Web 2.0 merupakan teknologi untuk menjadikan lebih mudah dan lebih modern terutama di bidang layanan fasilitas web dan banyak yang sifatnya lebih interaktif. Comments

Tips dan Trik dalam Mendisain Web

hariesdesign.com - Sering kita temui website yang tipikal: "Welcome to my homepage," animasi e-mail, background dengan tulisan miring (diagonal), animasi garis pembatas, tabel dengan border tiga-dimesi dan lain-lain. Hal ini terjadi akibat dari fasilitas Template yang disediakan oleh software pembuat web seperti: FrontpageT, Corel WebDesignerT, dan sebagainya yang ditujukan untuk mempermudah penggunanya dalam membangun website.

Jika anda puas dengan hasil kerja anda membangun website dengan fasilitas template, sudahlah cukup sampai disini. Tetapi jika anda tidak puas dengan apa yang anda buat, dan anda merasa ingin lebih baik, maka anda perlu mengetahui bagaimana Web Designer membangun suatu Website, terlepas anda punya bakat seni atau tidak.   

  • Unik : Dalam membuat karya apapun seorang designer mempunyai kesadaran untuk tidak meniru atau menggunakan karya orang lain. Begitu pula seorang Web Designer harus mempunyai budaya malu untuk menggunakan icon, animasi, button, dll, yang telah digunakan atau dibuat oleh orang lain.
  • Komposisi : Seorang Web Designer selalu memperhatikan komposisi warna yang akan digunakan dalam website yang dibuatnya. Pergunakan selalu Palette 216 WebColor, yang dapat diperoleh dari Adobe.com, hal ini untuk mencegah terjadinya dither pada image yang berformat GIF. Dalam membangun website suatu perusahaan, Web Designer selalu menyesuaikan warna yang digunakan dengan Corporate Color perusahaan tersebut. Sebagai contoh: Telkom Corporate Color-nya adalah biru, Coca-Cola : merah dan putih, Standard-Chartered : hijau dan biru, dsb. Untuk kemudian warna-warna tadi digunakan sebagai warna dominan atau sebagai elemen pendukung (garis, background, button, dsb).
  • Simple : Web Designer banyak yang menggunakan prinsip "Keep it Simple", hal ini ditujukan agar tampilan website tersebut terlihat rapi, bersih dan juga informatif.
  • Semiotik : Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda-tanda. Dalam hal ini diharapkan dengan melihat tanda atau gambar, user/ audience dapat dengan mudah dan cepat mengerti. Sebagai contoh: Jangan membuat gambar/image yang berkesan tombol, padahal itu bukan tombol/ link.
  • Ergonomis : Web Designer selalu memperhatikan aspek ergonomi. Ergonomi disini adalah dalam hal kenyamanan user dalam membaca dan kecepatan user dalam menelusuri website tersebut. Web Designer memilih ukuran Fonts yang tepat sehingga mudah dibaca, Web Designer menempatkan link sedemikian rupa sehingga mudah dan cepat untuk di akses dan lebih penting lagi adalah Informatif.    
  • Fokus : Tentukan hirarki prioritas dari pesan yang akan disampaikan, misalnya: Judul harus besar, tetapi jangan sampai akhirnya akan konflik dengan subjudul yang berukuran hampir sama. Hal ini akan membingungkan user/audience untuk menentukan pesan mana yang harus lebih dahulu dibaca/ dilihat.
  • Konsisten : Tentukan font apa yang akan digunakan sebagai Body-text, Judul, Sub Judul dan sebagainya, sehingga website tersebut akan terlihat disiplin dan rapi. Sesuaikan jenis huruf yang digunakan dengan misi dan visi website tersebut, misalnya: hindari menggunakan font Comic dalam membangun website suatu perusahaan resmi.

Golongan Darah Berganti Usai Terima Liver Donor

25/01/2008 07:42 WIB

Seorang gadis Australia mengalami kejadian langka yang mungkin baru pertama kali terjadi di dunia. Golongan darah gadis itu berubah sesuai golongan darah liver orang lain yang ditransplantasikan ke dirinya.

Adalah Demi-Lee Brennan nama gadis tersebut. Saat berusia 9 tahun, dia sakit keras sehingga livernya gagal berfungsi. Brennan akhirnya mendapatkan liver pengganti.

9 Bulan setelah transplantasi liver itu, dokter yang merawatnya kaget. Golongan darah dan sistem kekebalan tubuhnya berubah sama dengan pendonor setelah sel induk dari liver itu dipindahkan ke sumsum tulangnya.

"Ini benar-benar kejadian luar biasa. Faktanya kami tidak pernah tahu ada contoh lain dari kasus seperti ini," ungkap dokter ahli hepatologis, Michael Stormon, yang merawatnya, seperti dikutip dari AFP, Jumat (25/1/2008).

Menurut Stormon, Brennan mungkin beruntung karena ;serangkaian peristiwa kebetulan; termasuk sebuah infeksi pascatransplantasi. Rangkaian peristiwa itu membuat sel induk pendonor liver yang dia terima berkembang di dalam tubuhnya.

Brennan pun tumbuh sehat sejak itu dan sekarang telah berusia 15 tahun. Brennan diperlakukan sekarang hanya sebagai pasien rawat jalan.

Sementara Stormon pun sibuk mempresentasikan kasus ini ke seluruh dunia. Sebuah artikel dipublikasikannya di jurnal kedokteran Amerika Serikat yang terkenal, The New England Journal of Medicine, untuk menjelaskan fenomena langka ini.

Sumber : detik

Virus Tati: RC22 Update Build4

Hadir kembali, Update Build4 untuk PC Media Antivirus RC22. Sebanyak 21 virus yang dilaporkan banyak beredar di Indonesia telah berhasil ditambahkan pada update kali ini. Total penambahan pengenal virus di RC22 sampai dengan Update Build4 kali ini adalah sebanyak 51 virus. Bagi Anda pengguna PCMAV RC21 sangat disarankan segera melakukan update agar PCMAV dapat mengenali dan membasmi virus lebih banyak, terutama virus Tati yang dilaporkan menyebar luas saat ini.

Untuk mendapatkan dan menggunakan update PCMAV ini, hendaknya pastikan terlebih dahulu PCMAV RealTime Protector tidak sedang berjalan. Jika iya, Anda harus menutup aplikasi tersebut terlebih dahulu. Lalu Anda cukup menjalankan PCMAV Cleaner RC22 (PCMAV-CLN.exe), tentunya komputer harus dalam keadaan aktif terhubung ke Internet (non-proxy). Fitur GetUpdates dari PCMAV secara otomatis akan memberikan alamat internet yang aktif di mana Anda bisa men-download file update tersebut. Letakkan file hasil download tersebut (RC22.VDB) ke dalam folder di mana PCMAV RC22 berada. Dan saat Anda kembali menjalankan PCMAV, ia sudah dalam keadaan kondisi ter-update.

Namun bagi Anda yang ingin mendapatkan file update tersebut secara manual, Anda bisa men-download file-nya melalui beberapa alamat ini: DivShare.com, Files-Upload.com (mirror), atau IndoWebster.com (mirror).

Virus Tati. Akhir-akhir ini, kami mendapat kiriman virus dari pembaca. Virus buatan lokal tersebut dikenal sebagai virus Tati. Virus berukuran 202.263 bytes dan ber-icon-kan mirip folder standar Windows ini dibuat menggunakan program AutoHotKey berbasiskan bahasa C yang di-pack dengan UPX. Program AutoHotKey merupakan sebuah program automation, hotkeys, dan scripting, yang sebenarnya digunakan untuk mempermudah pekerjaan, tapi disalahgunakan oleh pembuat virus ini. Saat aktif, ia akan segera menginfeksi drive flash disk untuk membuat file autorun.inf dan induk pada drive tersebut.

Sumber : virusindonesia.com

MENARI GANDRUNG SAMPAI TIDAK LAKU

TOKOH yang satu ini tidak bisa dilepaskan dari kehidupan seni masyarakat osing Desa Kemiren. Dia adalah Temu Mudaiyah, penari gandrung senior di Banyuwangi. Temu demikian panggilan akrabnya, sangat dikenal di kalangan para penggemar gandrung. Konon, dia adalah satu-satunya pemilik suara paling bagus dalam sejarah seni gandrung di Banyuwangi.


Temu tidak pernah sepi undangan untuk manggung. Begitu seringnya membuat rekaman, perempuan yang lahir 52 tahun silam ini sampai lupa berapa album yang pernah dibuat.
Prestasi yang diukir Temu terbilang paling bagus di antara gandrung lainnya. Banyak pemerhati seni dari luar negeri secara khusus datang ke Indonesia hanya untuk bertemu dan melihat keahlian Temu bernyanyi. Sebut saja, Philip Murdog, pecinta seni asal Amerika Serikat. Ia sempat membuat album khusus tentang Temu untuk bahan penelitiannya.


Meski menjadi gandrung beken, Temu tidak pernah bercita-cita menjadi seorang pernari gandrung, karena kedua orangtuanya, Supiah dan Mistari, tidak memiliki darah penari gandrung. Hanya kakek Temu yang memiliki sedikit darah seni sebagai pemain biola gamelan gandrung.


Perkenalan Temu dengan dunia gandrung berawal tahun 1969. Saat itu ia berumur 15 tahun. Ketika Temu kecil selalu sakit-sakitan, oleh orangtuanya, diajak pergi ke dukun yang kebetulan memiliki kelompok gandrung. “Aneh, ketika dibawa ke situ saya langsung sembuh dan mau makan,” kenangnya.


Sejak itulah, Temu kemudian dipungut dukun tersebut. Orangtua angkat Temu suatu ketika mendapatkan pesanan pentas gandrung. Namun, tidak satu pun gandrung siap untuk melakukan pentas. Akhirnya, Temu ditawari untuk menjadi gandrung. Anehnya, hanya berlatih tiga hari, Temu yang masih muda langsung bisa menguasai tarian dan nyanyian gandrung dengan baik. “Pertama kali pentas saya sempat grogi. Apalagi menghadapi banyak orang,” tuturnya.


Dari sinilah nama Temu makin dikenal. Hampir tiap ada orang punya hajatan, gandrung Temu selau hadir untuk menari. Hingga akhirnya, dia memiliki sebuah kelompok gandrung sendiri yang diberi nama Sopo Ngiro tahun 1980. “Sopo ngiro (siapa yang menyangka - Red.), saya bisa menjadi gandrung dan terus laku meski sudah berumur tua,” selorohnya.


Kesehariannya, di sela-sela waktunya yang kosong, Temu selalu menyempatkan mendidik generasi muda yang berminat menjadi gandrung. Biasanya mendidik gandrung dilakukan di rumah atau di padepokannya. Murid-murid hasil gemblengannya rata-rata sukses menjadi gandrung. “Tapi sayang, mereka jarang yang tahan lama. Biasanya hanya bertahan dua tahun. Setelah itu mereka menikah,” keluh Temu.


Terkadang dia mengeluh banyak gandrung muda yang tidak mau mengikuti aturan. Banyak gandrung muda hanya mengejar duit tanpa memperhatikan pakem menari. “Penari gandrung sekarang banyak yang tidak bisa menyanyi. Mereka kebanyakan menyuruh orang lain untuk menyanyi. Padahal, seorang gandrung mestinya bisa menyanyi dan menari,” kritiknya. Dia juga menyindir banyak gandrung muda yang tidak bisa menyanyikan lagu-lagu tradisional osing.


Temu bertekad dalam usia senjanya akan tetap berkecimpung di dunia gandrung. Baginya, gandrung adalah napas kehidupannya yang tidak bisa ditinggalkan. Ditambah lagi hingga kini gandrung masih tetap digemari masyarakat. Buktinya, banyak warga yang mempunyai hajatan selalu mengundang gandrung. “Saya akan tetap menari gandrung sampai tidak laku lagi,” tegasnya.
Di Desa Kemiren ada tiga gandrung senior yang masih eksis hingga sekarang. Mereka itu, Temu, Mudyah dan Suidah. - udi

BANYUWANGI SEJUTA RUJAK

BANYUWANGI, khususnya Desa Kemiren, juga memiliki berbagai jenis makanan khas. Salah satu makanan khasnya adalah rujak. Rujak yang ada sangat beragam. Konon, saking banyaknya, Banyuwangi sempat dijuluki sebagai ‘kota sejuta rujak’.
Jenis rujak di Banyuwangi sebenarnya hanya dua macam, rujak buah dan rujak lontong sayur. Dua jenis rujak ini memiliki keunikan yang beragam, tergantung kemasan penyajiannya. Nama rujak buah juga unik. Di antaranya, rujak cemplung, rujak ini terbuat dari berbagai jenis buah seperti mangga, mentimun, nenas, bengkoang, dan jeins buah lainnya. Dinamakan ‘cemplung’ karena buah-buahan yang telah dicacah dimasukkan dalam cairan air cuka yang sangat pedas dan masam. Di-cemplung-kan berarti dimasukkan.


Ada

rujak iris. Rujak ini juga terbuat dari buah-buahan. Cara pembuatannya, buah diiris rapi kemudian dicampur bumbu yang terbuat dari air gula merah dan asam.

Ada

juga jenis rujak kecut. Rujak ini bahan dasarnya buah-buahan. Bedanya, buah yang sudah diiris dicampur saus kacang ditambah sedikit petis udang.
Yang paling populer dan menjadi santapan idola kini adalah rujak soto. Rujak ini baru muncul sekitar tahun 1975. Awalnya, rujak ini modifikasi rujak lontong sayur.
Rujak soto pertama kali dibuat Usni Solihin, ibu rumah tangga yang gemar memasak. Dari kegemaran memasak inilah, Usni yang sempat membuka warung di salah satu kompleks SMA mencoba mencampurkan rujak dan soto. Hasilnya, mengejutkan. Rujak ini memiliki rasa khas sayuran dicampur soto yang beraroma daging hangat.
Awalnya, penemuan itu tidak mendapat respons masyarakat. Lambat laun Usni menyempurnakan penemuannya itu. Akhirnya, penemuan yang spektakuler itu mampu menjadikan namanya melejit. Rujak soto makin dikenal dan digemari, bahkan bukan hanya di kalangan warga osing.


Perbedaan antara rujak biasa dan rujak soto terletak pada penggunaan petis udang. “Rujak biasa petisnya harus banyak. Tapi rujak soto tidak usah pakai petis. Ini rahasianya,” ujar Usni.
Sejak ditemukannya rujak soto, menambah daftar makanan khas di Banyuwangi. Karena itu, tidak heran jika warung milik Usni yang terletak di pojok jalan Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, selalu ramai pengunjung. Tiap hari dia harus menyediakan 4 kg kacang tanah untuk bahan saus rujak. Di warungnya Usni membuat rujak tetap menggunakan cara tradisional. Ketika dia membuat rujak semua bahan tetap diuleg dengan tagannya sendiri. “Kalau pakai blender saya tidak bisa menjamin rasa rujaknya,” tururnya.


Kini warung rujak soto milik Usni bukanlah satu-satunya di Banyuwangi. Hampir di tiap sudut

kota

bisa ditemukan warung yang menyediakan menu rujak soto.
Rujak soto pernah diikutkan Festival Makanan Nusantara di Jakarta, Malang, Surabaya, dan selalu menempati peringkat tertinggi. Kini rujak soto seolah menjelma menjadi makanan populer dengan harga yang sangat terjangkau.
Makanan khas lainnya adalah beraneka jenis camilan, mulai dari aneka krupuk, sale pisang, bagiak hingga rengginang. Menariknya, camilan ini dikolaborasi dengan berbagai jenis rasa, mulai dari rasa cumi, tahu, kerang dan banyak lagi. Tiap toko oleh-oleh umumnya memberikan layanan jasa antar hingga ke luar pulau.
Yang perlu dilirik lagi adalah banyaknya jenis kerajinan ciri khas warga osing. Kerajinan yang paling banyak adalah terbuat dari anyaman bambu. Berbagai jenis perabot rumah tangga, seperti tas, baki, tempat kue dan lainnya, semuanya dibentuk rapi dari anyaman bambu. Barang kerajinan ini juga mudah didapatkan dan harganya relatif murah. - udi

MELIHAT WAJAH ASLI BANYUWANGI DATANGLAH KE DESA WISATA OSING KEMIREN

Keunikan Desa Kemiren terletak pada banyaknya budaya dan tradisi upacara adat yang masih terasa kental, terutama budaya osing, budaya asli Banyuwangi. Warganya tetap kental menggunakan dialek bahasa osing dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga kuat menjaga tradisi budaya warisan leluhur. Mereka yang mayoritas petani, masih menggunakan cara alami dalam mengolah sawah. Membajak menggunakan kerbau dan memanen padi dengan cara tradisional. Pada pagi hari kita bisa melihat para wanita petani berbondong-bondong berangkat ke sawah dengan memanggul bakul berisi peralatan memanen padi. Selama perjalanan mereka asyik berbicara menggunakan dialek osing. Desa Kemiren terletak di barat kota Banyuwangi

Dari pelabuhan penyeberangan Ketapang hanya perlu waktu sekitar 30 menit untuk mencapai tempat ini dengan berkendaraan sepeda motor. Sarana transportasi siap tersedia, sarana jalan raya memadai. Menurut sejarahnya, desa ini lahir pada zaman penjajahan Belanda, tahun 1830-an. Awalnya, desa ini hanyalah hamparan sawah hijau dan hutan milik para penduduk Desa Cungking yang konon menjadi cikal-bakal masyarakat osing di Banyuwangi. Hingga kini Desa Cungking juga masih tetap ada. Letaknya sekitar 20 km arah timur Desa Kemiren. Hanya saja, saat ini kondisi Desa Cungking sudah menjadi desa kota. Saat itu, masyarakat Cungking memilih bersembunyi di sawah untuk menghindari tentara Belanda.

Para warga enggan kembali ke desa asalnya di Cungking. Maka dibabatlah hutan untuk dijadikan perkampungan. Hutan ini banyak ditumbuhi pohon kemiri dan durian. ‘’Karena itu leluhur kami menamakannya Kemiren, dari perpaduan kata ‘kemiri’ dan ‘duren’,‘’ tutur D. Timbul, tokoh masyarakat Desa Kemiren. Pertama kali desa ini dipimpin kepala desa bernama Walik. Sayangnya, tidak ada sumber jelas yang menceritakan siapa Walik. Konon dia termasuk salah satu keturunan bangsawan.

Saat ini luas desa ini 105.771 m2 dengan penduduk 2.622 jiwa. Sejak dulu hingga sekarang mayoritas penduduknya tetap bertahan sebagai petani. Alasan utamanya, sumber air melimpah di desa tersebut. Padepokan Gandrung Desa ini memiliki banyak kesenian unik khas Banyuwangi. Inilah salah satu yang melatarbelakangi desa ini disebut sebagai ‘desa wisata osing’. Berbagai kesenian yang bisa dijumpai di antaranya seni barong, gandrung, kuntulan, angklung, jaran kincak (kuda menari) dan mocopatan (membaca lontar kuno). Banyaknya kesenian inilah yang menjadikan Desa Kemiren incaran para akademisi untuk melakukan penelitian, di bidang keagamaan maupun kesenian. Menurut catatan, banyak warga dari dalam dan luar negeri menyandang gelar doktor dan profesor setelah melakukan penelitian di desa ini. Kesenian tradisional yang paling popular, seni gandrung.

Hampir semua penari gandrung terkenal berasal dari Kemiren. “Di sini wanita mulai dari anak TK hingga dewasa semua belajar dan bisa menari gandrung,” ujar D. Timbul. Di desa ini ada padepokan yang khusus mengajarkan gandrung dan tarian osing lainnya. Hampir tiap liburan tempat ini selalu dipenuhi warga masyarakat yang ingin mendalami gandrung. Desa Kemiren juga memiliki banyak kegiatan upacara tradisional yang unik. Di antaranya, ider bumi yang digelar tiap hari raya Idul Fitri. Warga berkeliling kampung sambil membawa 37 tumpeng berisi makanan khas osing yakni pecel ayam. Bahannya terbuat dari ayam kampung yang dipanggang dan dicampur urap kelapa muda. Upacara lainnya, selamatan di tiap titik mata air. Tujuannya, meminta kesuburan tanaman dan bebas dari segala gangguan penyakit. Hampir tiap upacara selalu disajikan makanan khas pecel ayam. Masyarakat Kemiren juga sangat mengagungkan leluhur.

Tiap warga yang akan membuat hajatan selalu melakukan doa dengan membawa pecel ayam di makam Mbah Buyut Cili yang dipercaya sebagai salah seorang leluhurnya. Keunikan lain yang dijumpai di desa ini adalah rumah adat asli yang disebut gebyok. Hampir semua rumah di sini terutama yang jauh dari jalan raya masih terlihat asli seperti zaman dulu. Rumah ini terbuat dari kayu hutan yang masih asli, memiliki atap khas yang menjulang tinggi. Konon, bentuk rumah gebyok memiliki filosofi yang sangat tinggi. Rumah adat osing terdiri atas tiga jenis, yakni, tikel balung, baresan, dan crocogan. “Ini mengisahkan kehidupan sebuah keluarga. Artinya untuk menjadi keluarga yang tenteram perlu perjuangan dan perjalanan yang panjang,” ujar D. Timbul. Tahun 1990 tepatnya saat kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Basofi Sudirman, Desa Kemiren ditetapkan menjadi kawasan wisata desa adat osing. Penetapan ini ditandai berdirinya pembangunan anjungan desa wisata osing yang ditempatkan di tengah-tengah Desa Kemiren. Luas bangunan anjungan 800 m2. Di dalamnya berisi gedung budaya dan berbagai anjungan rumah adat osing.

Sayangnya, proyek yang menelan biaya cukup besar tersebut harus mangkrak. Bangunannya banyak yang rusak dan jarang digunakan untuk kegiatan pentas seni. Akhirnya, tahun 1994 pengelolaannya diserahkan kepada swasta, dan tahun 2003 tempat ini murni dikomersialkan. Saat ini di anjungan desa wisata osing hanya terdapat kolam air alami dan beberapa rumah adat yang disewakan sebagai vila. Sewa vila satu malam Rp 80.000. Pengunjung rata-rata tiap hari tidak kurang dari 100 orang. Sementara yang menginap relatif kecil. Umumnya tempat ini ramai kunjungan saat-saat hari libur sekolah. - udi